Minggu, 20 Januari 2013

Seorang Putri dengan Ayahnya

Ayah, tunjukkan padaku bagaimana Sejatinya Laki-laki itu...

Putri ku sayang,,,
Kau sudah dewasa, tentunya kau bisa menilai bagaimana yang baik ataupun sebaliknya. Sejati atau tidaknya ia, bergantung pada bagaimana pribadinya, dan bergantung pula pada bagaimana dirimu. Ia adalah bagian dari tulang rusukmu, begitu pun engkau, bagian dari tulang rusuknya. Oleh karena itu, bagaimanapun engkau sekarang, begitulah ia nanti, ia yang akan menjadi suami mu. Bukan kah Tuhan sudah menjanjikan, bahwa laki-laki yang baik hanya untuk perempuan yang baik-baik? Begitupula sebaliknya.
Tapi Ayah, baik kah tingkah dan perbuatan ku…?

Anak ku terkasih,,,
Engkau adalah wanita, terlahir sebagai pribadi yang lembut, manja dan penuh kasih sayang. Engkau memiliki naluri luar biasa yang tak dimiliki laki-laki. Maka jika terkadang kerasnya hidup yang engkau lalui, kehidupan mu yang engkau rasa tidak aman bagi mu, maka bersabarlah…yang sejati akan melindungi dan memberi rasa aman pada mu. Jika terkadang engkau terjerumus ke jalan yang salah, maka kembalilah… kesempatan memang tidak akan untuk kedua kalinya, tapi kesempatan untuk berubah ke arah yang lebih baik itu akan selalu ada.

Aku takut, Ayah…

Ah, engkau tak perlu risau, Putri ku…
Bersabarlah dalam penantian mu, engkau pasti akan dapatkan yang sesuai untukmu. Sebagaimana dulu Ibu mu bersabar menanti aku. Dia adalah bagian dari tulang rusuk ku, yang darinya aku mendapatkan mu. Kelembutannya adalah kelembutan mu. Aku merasa bukan siapa-siapa tanpa Ibu mu, karna ia adalah bagian dari separuh diriku, bagian dari separuh hidupku. Dia pun bukan siapa-siapa tanpa aku, dan itulah yang di sebut “saling melengkapi”. Apalah artinya raga tanpa jiwa…? Dan apalah artinya jiwa tanpa Cinta? Tuhan membekali itu semua, maka bersabarlah menantinya.
Ia akan hadir, tanpa engkau mencarinya. Tulang rusuk itu tidak akan tertukar, ketika ia terpisah maka ia akan kembali pada pemiliknya masing-masing. Seperti terpisahnya Adam dan Hawa dulu, namun akhirnya mereka kembali bersatu. Engkau tak perlu resah apalagi gundah, karena Janji Tuhan itu pasti adanya. Jika pun ia yang engkau nanti tak engkau temukan di dunia ini, maka Tuhan pasti akan memberi mu di akhirat kelak, akan Tuhan satukan kalian di sana, di kehidupan yang lebih nyata dan akan abadi selamanya.

Putri ku tercinta,
Bagaimana pun dirimu, engkau tetap istimewa dengan kelembutan mu, hadirmu akan melengkapi hidup laki-laki yang akan menjadi suami mu. Justru aku dan ibumu yang sangat mengkhawatirkan mu, hatimu  begitu rapuh…maka kuatkanlah ia dengan iman yang teguh, siramilah dirimu dengan ilmu, karena itulah yang akan menjadi bekal untuk hidup mu, tidak hanya di dunia, tapi di akhirat juga.
Terkadang, engkau begitu sangat sensitif karena segala sesuatu berawal dari perasaan mu, aku berharap semoga nantinya ia mampu bersabar atas dirimu, dan juga semoga engkau sanggup bersabar bagaimanapun dirinya. Engkau akan rasakan itu semua, akan engkau ketahui bagaimana Sejatinya ia ketika engkau sudah memasuki kehidupan kedua nanti, ketika engkau membina keluarga baru untuk kelanjutan perjalanan hidupmu.
Jika engkau telah siap untuk semua itu, maka janganlah engkau risau, Putri ku… ketika telah tiba waktunya nanti, kami percayakan sepenuhnya engkau pada ia yang berhak atas mu. Ia juga  akan menjaga, melindungimu dan melindungi keluarga kita. 

Ridhakah engkau bagaimana pun ia nanti, Ayah?

Permata hatiku,
Aku dan ibumu yakin, engkau begitu istimewa dan sangat berbakti pada kedua orangtua, bahkan dalam menentukan pilihan mu, pastinya engkau butuhkan arahan kami. Engkau lah bunga kebanggan keluarga, mekarmu akan mengharumkan nama keluarga. Engkau tentu lebih tau, mana yang sesuai untuk mu.

Kami tidak akan memaksamu untuk pilihan hidup yang akan mengantarmu pada kehidupan baru mu kelak, akan tetapi kami hanya ingin engkau terjaga, aman, terlindungi  dan bahagia dengan hidup  yang engkau jalani nanti. Kami tidak menginginkan yang banyak hartanya, yang tinggi jabatannya, ataupun yang begitu terhormatnya ia, tapi kami hanya menginginkan yang baik agamanya, tidak hanya ia menerima engkau, tidak hanya mengasihi & mencintai engkau, namun kami berharap ia juga menerima kami sebagai keluarganya, mencintai & mengasihi kami seperti ia mencintai & mengasihi keluarganya.

Apakah ini terkesan memaksa mu?
Ah, Aku harap tidak putriku.
karna aku yakin, harapan seperti itu bukan hanya harapan kami saja, namun juga harapan para orangtua lainnya. Namun tetap semua keputusan kembali padamu. Engkau tentu tahu, yang mana yang sesuai untukmu dan untuk keluargamu. Persiapkanlah dirimu hanya untuk yang berhak memilikimu, yang sesuai dengan mu, dan yang pasti dirimu adalah bagian dari tulang rusuknya. Yang dengannya engkau akan merasa aman, terjaga dan terlindungi. Begitupun dengan dirinya, akan tenang, tentram dan bahagia berada di sisimu.

Terimakasih untuk smuanya, Ayah…
Insya Allah, semoga Allah memberikan yang sesuai untukku, dan sesuai dengan harapanmu.
Amin…J

November, 2012
Qathrin Nida binti Tarbudi bin Abdullah. 

2 komentar: