Putri ku sayang,,,
Kau sudah dewasa, tentunya kau bisa
menilai bagaimana yang baik ataupun sebaliknya. Sejati atau tidaknya ia,
bergantung pada bagaimana pribadinya, dan bergantung pula pada bagaimana
dirimu. Ia adalah bagian dari tulang rusukmu, begitu pun engkau, bagian dari
tulang rusuknya. Oleh karena itu, bagaimanapun engkau sekarang, begitulah ia
nanti, ia yang akan menjadi suami mu. Bukan kah Tuhan sudah menjanjikan, bahwa
laki-laki yang baik hanya untuk perempuan yang baik-baik? Begitupula
sebaliknya.
Tapi
Ayah, baik kah tingkah dan perbuatan ku…?
Anak ku terkasih,,,
Engkau adalah wanita, terlahir sebagai
pribadi yang lembut, manja dan penuh kasih sayang. Engkau memiliki naluri luar
biasa yang tak dimiliki laki-laki. Maka jika terkadang kerasnya hidup yang
engkau lalui, kehidupan mu yang engkau rasa tidak aman bagi mu, maka
bersabarlah…yang sejati akan melindungi dan memberi rasa aman pada mu. Jika
terkadang engkau terjerumus ke jalan yang salah, maka kembalilah… kesempatan
memang tidak akan untuk kedua kalinya, tapi kesempatan untuk berubah ke arah
yang lebih baik itu akan selalu ada.
Aku
takut, Ayah…
Ah, engkau tak perlu risau, Putri ku…
Bersabarlah dalam penantian mu, engkau
pasti akan dapatkan yang sesuai untukmu. Sebagaimana dulu Ibu mu bersabar
menanti aku. Dia adalah bagian dari tulang rusuk ku, yang darinya aku
mendapatkan mu. Kelembutannya adalah kelembutan mu. Aku merasa bukan
siapa-siapa tanpa Ibu mu, karna ia adalah bagian dari separuh diriku, bagian
dari separuh hidupku. Dia pun bukan siapa-siapa tanpa aku, dan itulah yang di
sebut “saling melengkapi”. Apalah artinya raga tanpa jiwa…? Dan apalah artinya
jiwa tanpa Cinta? Tuhan membekali itu semua, maka bersabarlah menantinya.
Ia akan hadir, tanpa engkau mencarinya.
Tulang rusuk itu tidak akan tertukar, ketika ia terpisah maka ia akan kembali
pada pemiliknya masing-masing. Seperti terpisahnya Adam dan Hawa dulu, namun
akhirnya mereka kembali bersatu. Engkau tak perlu resah apalagi gundah, karena
Janji Tuhan itu pasti adanya. Jika pun ia yang engkau nanti tak engkau temukan
di dunia ini, maka Tuhan pasti akan memberi mu di akhirat kelak, akan Tuhan
satukan kalian di sana, di kehidupan yang lebih nyata dan akan abadi selamanya.
Putri ku tercinta,
Bagaimana pun dirimu, engkau tetap
istimewa dengan kelembutan mu, hadirmu akan melengkapi hidup laki-laki yang
akan menjadi suami mu. Justru aku dan ibumu yang sangat mengkhawatirkan mu,
hatimu begitu rapuh…maka kuatkanlah ia
dengan iman yang teguh, siramilah dirimu dengan ilmu, karena itulah yang akan
menjadi bekal untuk hidup mu, tidak hanya di dunia, tapi di akhirat juga.
Terkadang, engkau begitu sangat sensitif
karena segala sesuatu berawal dari perasaan mu, aku berharap semoga nantinya ia
mampu bersabar atas dirimu, dan juga semoga engkau sanggup bersabar
bagaimanapun dirinya. Engkau akan rasakan itu semua, akan engkau ketahui
bagaimana Sejatinya ia ketika engkau sudah memasuki kehidupan kedua nanti,
ketika engkau membina keluarga baru untuk kelanjutan perjalanan hidupmu.
Jika engkau telah siap untuk semua itu,
maka janganlah engkau risau, Putri ku… ketika telah tiba waktunya nanti, kami
percayakan sepenuhnya engkau pada ia yang berhak atas mu. Ia juga akan menjaga, melindungimu dan melindungi keluarga
kita.
Ridhakah
engkau bagaimana pun ia nanti, Ayah?
Permata hatiku,
Aku dan ibumu yakin, engkau begitu
istimewa dan sangat berbakti pada kedua orangtua, bahkan dalam menentukan
pilihan mu, pastinya engkau butuhkan arahan kami. Engkau lah bunga kebanggan
keluarga, mekarmu akan mengharumkan nama keluarga. Engkau tentu lebih tau, mana
yang sesuai untuk mu.
Kami tidak akan memaksamu untuk pilihan
hidup yang akan mengantarmu pada kehidupan baru mu kelak, akan tetapi kami
hanya ingin engkau terjaga, aman, terlindungi
dan bahagia dengan hidup yang
engkau jalani nanti. Kami tidak menginginkan yang banyak hartanya, yang tinggi
jabatannya, ataupun yang begitu terhormatnya ia, tapi kami hanya menginginkan
yang baik agamanya, tidak hanya ia menerima engkau, tidak hanya mengasihi &
mencintai engkau, namun kami berharap ia juga menerima kami sebagai
keluarganya, mencintai & mengasihi kami seperti ia mencintai &
mengasihi keluarganya.
Apakah ini terkesan memaksa mu?
Ah, Aku harap tidak putriku.
karna aku yakin, harapan seperti itu bukan
hanya harapan kami saja, namun juga harapan para orangtua lainnya. Namun tetap
semua keputusan kembali padamu. Engkau tentu tahu, yang mana yang sesuai
untukmu dan untuk keluargamu. Persiapkanlah dirimu hanya untuk yang berhak
memilikimu, yang sesuai dengan mu, dan yang pasti dirimu adalah bagian dari
tulang rusuknya. Yang dengannya engkau akan merasa aman, terjaga dan
terlindungi. Begitupun dengan dirinya, akan tenang, tentram dan bahagia berada
di sisimu.
Terimakasih
untuk smuanya, Ayah…
Insya
Allah, semoga Allah memberikan yang sesuai untukku, dan sesuai dengan
harapanmu.
Amin…J
November,
2012
Qathrin
Nida binti Tarbudi bin Abdullah.
Hai Qathrin! :)
BalasHapushai juga kak Khaira..!! senang bertemu di sini.. ;)
BalasHapus