Sebenarnya,
itu hanya cincin biasa. Hanya saja, ia merasa bahwa kekuatan dari cincin itulah
yang melindungi dirinya.
Memang,
pelindung yang sebenarnya adalah Tuhan. Namun, jika dia sendiri tidak bisa
melindungi dirinya, maka sia-sia saja perlindungan Tuhan untuknya. Bukankah
Tuhan tidak akan mengubah seseorang sebelum ia sendiri yang mengubahnya? Ya,
begitulah dengan perlindungan itu.
Sekali
lagi, cincin itu hanyalah sebuah cincin biasa. Namun, ia merasakan kekuatan dan
perlindungan ada padanya jika ia memakai cincin tersebut di jemarinya.
Sebaliknya, ia akan merasa lemah dan tidak berdaya ketika cincin itu tak di
pakainya.
Entah
kekuatan yang bagaimana, ia sendiri juga tidak tau. Hanya saja, ada perbedaan
ketika ia memakai dan tidak memakai cincin itu.
Pernah
ia melepaskannya, bahkan mencoba untuk membuangnya ketika ia berada di laut
lepas. Tapi berat jika kehilangan. Akhirnya ia memutuskan untuk menyimpan saja
cincin itu, karna entah kenapa ia yakin, bahwa suatu saat ia akan kembali memakai
cincin itu.
Setahun,
tanpa cincin itu di jemarinya…
Hidupnya
begitu hampa. Tak jelas tujuan hidup yang ingin ia capai. Tak bermakna
hari-hari yang ia jalani. Dan selama setahun itu pula, ia merasa hari-hari yang
ia lalui begitu sia-sia. Terlebih lagi ia begitu jauh dari Sang Pencipta.
Hidupnya tak berprinsip, tak jelas arah. begitu mudah ia terpengaruh dan jatuh
dalam hal-hal yang sama sekali tidak ada manfaatnya. Sikapnya begitu keras. Ia
sadari bahwa hatinya memberontak, hatinya mengatakan jangan, tapi tingkah laku
yang ia tampilkan tidak demikian. Begitu sulit rasanya menjalani hari-hari
selama setahun itu…selama cincin itu juga tidak ada bersamanya.
Setahun
telah berlalu…
Ia
sadar itu bukan jalan yang benar. Ia sadar semua yang ia lakukan salah dan sia-sia.
Setahun itu hidupnya sangat tidak bermakna. Begitu jauh pula ia dengan
Tuhannya.
Akhirnya,
ia memutuskan untuk kembali…kembali pada jalan yang di ridhai Tuhannya. Dan
kembali, memakai cincin yang teramat sangat dicintainya. Yang mengikat ia dari
perbuatan yang sia-sia dan tak ada manfaatnya.
Kini,
ia kembali. Kembali dengan hatinya yang bersih, dan smoga saja hati tersebut
masih suci…masih sesejuk dan sebening embun pagi…yang bisa mendamaikan
hati-hati lain terutama hati kedua orangtuanya.
Ah,
tak ingin lagi rasanya ia melalui hidup dengan sia-sia… kekuatan Cincin itu
memang luar biasa. Cinta, kasih dan sayang serta perlindungan yang luar biasa
dari cincin tersebut tak akan pernah pergi…meski pemiliknya tak mungkin bisa
kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar