Faktor yang mempengaruhi perubahan dan dinamika kepribadian seseorang
di pengaruhi oleh banyak faktor. maka, meskipun mengalami perubahan, kepribadian merupakan
karakteristik yang relatif stabil.
Perubahan
dalam kepribadian tidak bisa terjadi secara spontan, tetapi merupakan hasil
pengamatan, pengalaman, tekanan dari lingkungan sosial budaya, rentang usia dan
faktor-faktor dari individu:
Pengalaman
Awal
Sigmund
Freud menekankan tentang pentingnya pengalaman awal (masa kanak kanak)
dalam perkembangan kepribadian. Trauma kelahiran, pemisahan dari ibu,
pengalaman-pengalaman masa remaja, dan sebagainya adalah pengalaman yang sulit
dihapus dari ingatan.
*Seperti yang posting saya kemarin. Pengalaman itu sedikitnya memperngaruhi kepribadian, sehingga berubah juga perilakunya. Kepribadian itu dinamis bukan? ehehe.. teori Sigmud Freud memang menarik untuk di bicarakan. ;-)
so, enjoy it ! ^_~
Pengaruh
Budaya.
Dalam
menerima budaya anak mengalami tekanan untuk mengembangkan pola kepribadian
yang sesuai dengan standar yang ditentukan budayanya.
Kondisi
Fisik
Kondisi
fisik berpengaruh langsung dan tidak langsung terhadap kepribadian seseorang.
Kondisi tubuh meentukan apa yang dapat dilakukan dan apa yang tidak dapat
dilakukan seseorang. Secara tidak langsung seseorang akan merasakan tentang
tubuhnya yang juga dipengaruhi oleh perasaan orang lain terhadap tubuhnya.
Kondisi fisik yang mempengaruhi kepribadian antara lain adalah kelelahan,
malnutrisi, gangguan fisik, penyakit menahun, dan gangguan kelenjar endokrin ke
kelenjar tiroid (membuat gelisah, pemarah, hiperaktif, depresi, tidak puas,
curiga, dan sebagainya).
Daya
Tarik
Orang
yang dinilai oleh lingkungannya menarik biasanya memiliki lebih banyak
karakteristik kepribadian yang diinginkan dari pada orang yang dinilai kurang
menarik, dan bagi mereka yang memiliki karakteristik menarik akan memperkuat
sikap sosial yang menguntungkan.
Inteligensi
Perhatian lebih terhadap anak yang pandai dapat menjadikan ia sombong, dan anak yang kurang pandai merasa bodoh. Apabila berdekatan dengan orang yang pandai tersebut, dan tidak jarang memberikan perlakuan yang kurang baik.
Perhatian lebih terhadap anak yang pandai dapat menjadikan ia sombong, dan anak yang kurang pandai merasa bodoh. Apabila berdekatan dengan orang yang pandai tersebut, dan tidak jarang memberikan perlakuan yang kurang baik.
Emosi
Ledakan emosional tanpa sebab yang tinggi dinali sebagai orang yang tidak matang. Penekanan ekspresi emosional membuat seseorang murung dan cenderung kasar, tidak mau bekerja sama dan sibuk sendiri.
Ledakan emosional tanpa sebab yang tinggi dinali sebagai orang yang tidak matang. Penekanan ekspresi emosional membuat seseorang murung dan cenderung kasar, tidak mau bekerja sama dan sibuk sendiri.
Nama
Walaupun hanya sekedar nama, tetapi memiliki sedikit pengaruh terhadap konsep diri, namun pengaruh itu hanya terasa apabila anak menyadari bagaimana nama itu mempengaruhi orang yang berarti dalam hidupnya. Nama yang dipakai memanggil ,mereka (karena nama itu mempunyai asosiasi yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dalam pikiran orang lain) akan mewarnai penilainya orang terhadap dirinya.
Walaupun hanya sekedar nama, tetapi memiliki sedikit pengaruh terhadap konsep diri, namun pengaruh itu hanya terasa apabila anak menyadari bagaimana nama itu mempengaruhi orang yang berarti dalam hidupnya. Nama yang dipakai memanggil ,mereka (karena nama itu mempunyai asosiasi yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dalam pikiran orang lain) akan mewarnai penilainya orang terhadap dirinya.
Keberhasilan
dan Kegagalan
Keberhasilan
dan kegagalan akan mempengaruhi konsep diri, kegagalan dapat merusak konsep
diri, sedangkan keberhasilan akan menunjang konsep diri itu.
Penerimaan
Sosial
Anak
yang diterima dalam kelompok sosialnya dapat mengembangkan rasa percaya diri
dan kepandaiannya. Sebaliknya anak yang tidak diterima dalam lingkungan
sosialnya akan membenci orang lain, cemberut, dan mudah tersinggung.
Pengaruh
Keluarga
Pengaruh
keluarga sangat mempengaruhi kepribadian anak, sebab waktu terbanyak anak
adalah keluarga dan di dalam keluarga itulah diletakkan sendi sendi dasar
kepribadian.
Perubahan
Fisik
Perubahan
kepribadian dapat disebabkan oleh adanya perubahan kematangan fisik yang
mengarah kepada perbaikan kepribadian. Akan tetapi, perubahan fisik yang
mengarah pada klimakterium dengan meningkatnya usia dianggap sebagai
suatu kemunduran menuju ke arah yang lebih buruk.
Sebenarnya
masih banyak lagi hal hal yang mempengaruhi kepribadian, tetapi tidak dapat seluruhnya
disampaikan di sini mengingat keterbatasan keterbatasan yang ada.
Daftar
pustaka
Jaali,
H. 2007. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
#di
kutip dari www.psikologizone.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar